Saturday, 7 April 2018

Ada Sinyal Prabowo Usung Capres Gatot nurmantyo Lewat Partainya Gerindra

Portal Islam Media --Kader Partai Gerindra tengah mendesak Ketua Umum Prabowo Subianto segera mendeklarasikan diri maju Pilpres. Namun Prabowo hingga hari ini tak juga menyatakan kesanggupannya untuk maju.


Sejumlah sumber di internal Gerindra memastikan hanya tinggal menunggu waktu bagi Prabowo untuk maju. Namun Prabowo tak kunjung memberi lampu hijau.
Partai Burung Garuda ini awalnya mau menggelar deklarasi pencapresan Prabowo 11 April mendatang. Namun belakangan, Gerindra menyebut acara tanggal 11 April adalah Rakernas tertutup.
"Tergantung beliau memutuskan pada saat pertemuan tanggal 11 tersebut, kalau beliau tidak memutuskan akhirnya kami kesimpulannya sama dengan rakernas lalu menyerahkan semua urusan Pilpres kepada Pak Prabowo sebagai ketua umum dan ketua dewan pembina," kata Ketua DPP Gerindra, Desmond J Mahesa.
Desmond pun menyerahkan soal maju Pilpres ini pada Prabowo. Mereka mengaku siap jika ternyata Prabowo memutuskan tak maju.
"Apakah beliau ke depan sesuai dengan harapan kader partai itu, sebagai Presiden atau beliau menunjuk orang lain," lanjut Desmond.
Kader Gerindra juga legowo dan menyerahkan putusan ke Prabowo bila seandainya menunjuk mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo jadi Capres Gerindra.
Namun, bagi Gerindra, sosok Prabowo sangat dibutuhkan sebagai acuan dan motivasi bagi para calon legislatif yang akan maju di Pemilu 2019.
"Cuma kalau bicara mengenai panglima perang di samping sebagai ikon, caleg caleg yang ada di seluruh Indonesia itu kan ada panglima perangnya di lapangan, nah ini perlu berkonsolidasi dengan baik," tandas Wakil ketua komisi III DPR ini.
Desmond juga mengakui ada beberapa faktor yang membuat Prabowo masih berpikir untuk maju. Di antaranya soal usia, dan faktor elektabilitas. Padahal Rakernas Gerindra tahun lalu sudah memutuskan Prabowo maju sebagai Capres Gerindra.
"Rakernas memutuskan Pak Prabowo diusung oleh semua kader partai untuk jadi Presiden 2019 beliau menjawab sudah tua elektabilitas dan macam-macam," katanya.

Seperti diketahui, Prabowo sendiri mengaku berkali-kali telah bertemu dengan Gatot Nurmantyo. Prabowo mengaku pertemuan tersebut cuma sebatas silaturahmi dari Gatot sebagai juniornya di TNI.
Namun Gatot Nurmantyo mengaku walau tak membahas Capres, Prabowo sempat menawarinya bergabung di Gerindra.
"Enggak ada (pesan khusus), hanya beliau menyampaikan kalau nanti mau bergabung saya terbuka," kata Gatot akhir bulan lalu.
Nama Gatot memang sudah masuk dalam bursa cawapres Prabowo. Belakangan namanya menguat menjadi Capres. Apalagi kabarnya Gatot sudah memiliki sokongan dana untuk maju capres.[portalislam-media]
sumber : merdeka.com
Tiba Di Way Kanan,Ustad Abdul Somad Dikejutkan Dengan Aksi Tak Terduga

Portal Islam Media -- Untuk pertama kalinya Ustaz Abdul Somad, dai kondang dari Riau, menginjakkan kaki di Way Kanan, Lampung.
Sejak tiba pada Kamis (5/4/2018) sore hingga Jumat (6/4/2018), ia merasa sangat dimuliakan dan seperti berada di tengah kampung halaman sendiri.
Lalu, Jumat pagi mengahadiri acara di Lapangan Rusunawa 2, Blambangan Umpu.

Kemudian ia kembali ke Jakarta pada Jumat sore.

"Saya dimuliakan di Way Kanan ini. Dijemput di Bandara di Bandar Lampung, kemudian dibawa ke Way Kanan. Saya betul- betul merasa sebagai tamu terhormat, luar biasa," katanya saat memberikan tausiah di hadapan ribuan umat Islam di Lapangan Rusunawa 2.

Ustaz Somad bercerita asal usul kenapa dirinya bisa hadir di Way Kanan.

Beberapa bulan lalu ada dua orang utusan Pemkab Way Kanan yang datang ke Pekanbaru untuk mengundangnya.

Sampai di Way Kanan, Ustaz Somad mengaku hatinya lapang dan tenang.

Kamis petang tausiah bada magrib, ramai jamaah yang hadir.

Jumat Subuh pun, jamaah melimpah ruah.

Yang membuatnya serasa bagai di kampung sendiri adalah ia diajak makan di tengah keluarga Bupati Raden Adipati.

"Tidak hanya sebagai tamu undangan kabupaten, tapi ia juga diberi tempat di tengah keluarga. Masya Allah, hati betul-betul tenang dan lapang," ungkapnya.[portalislam-media]

sumber :tribunislam.com
Masya Allah... Ternyata Kasus Puisi Hina Adzan Sudah 'Diprediksi' di Dalam Al-Qur'an

Pembaca puisi yang diprotes umat Islam karena melecehkan syariat Islam, adzan, dan cadar menjadi pemberitaan viral dalam satu pekan terakhir.


Ternyata, kasus yang melahirkan gelombang Aksi Bela Islam 64 ini sudah jauh-jauh hari disebutkan di dalam Al-Qur'an Al-Karim.

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ -

"Dan apabila kamu menyeru mereka untuk mengerjakan shalat, mereka menjadikannya sebagai ejekan dan permainan. Yang demikian itu karena mereka benar-benar tidak mempergunakan akal." (Qs. Al-Ma'idah [5]: 58)

Makna Ayat Menurut Imam Ibnu Katsir

Menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsir menyatakan di dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, "Demikian pula halnya jika kalian menyeru mereka mengerjakan shalat yang merupakan amal paling baik menurut mereka yang berakal dan berpengetahuan dari mereka yang memiliki hati nurani."

Berdasarkan hadits riwayat Imam Ibnu Abi Hatim, Imam Az-Zuhdi berpendapat, makna seruan untuk shalat dalam ayat ini adalah panggilan adzan.

Imam Ibnu Katsir melanjutkan, "(Mereka yang mengejek seruan adzan) tidak memahami makna ibadah kepada Allah dan syariat-syariat-Nya, dan itulah sifat para pengikut setan."

Kondisi Setan Saat Dengarkan Adzan

Imam Ibnu Katsir mengutip hadits Muttafaq 'Alaih saat menafsirkan ayat 58 Surat Al-Ma'idah ini.

"Jika mendengar suara adzan, setan berpaling sambil kentut sehingga tidak mendengar suara adzan tersebut. Jika adzan usai, setan kembali untuk menggoda orang yang sedang shalat. Dan jika dikumandangkan iqamah, setan pergi lagi. Bila telah selesai (iqamah), setan datang lagi dan membisikkan kepada hati seseorang, 'Ingatlah hal ini dan ingatlah hal itu' terhadap sesuatu yang terlupa sehingga orang tersebut tidak mengetahui berapa raka'at yang sudah ia kerjakan. Oleh karena itu, apabila salah seorang di antara kalian mendapatkan hal seperti itu, hendaklah ia bersujud (syahwi) dua kali sebelum mengucapkan salam." (Hr. Muttafaq 'Alaih)

Terbakar Karena Hina Adzan

Di akhir penafsirannya, Imam Ibnu Katsir mengutip satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari dan Imam Ibnu Abi Hatim tentang akhir riwayat yang mengenaskan bagi seseorang yang menghina dan melecehkan seruan adzan.

"Asbath mengisahkan dari Imam As-Suddi, saat mendengar muadzin berkata, 'Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah', seorang Nashrani dari Madinah berkata, 'Mudah-mudahan pedusta itu terbakar.'

Suatu malam, lanjut Asbath, salah satu pelayannya masuk ke dalam rumahnya dengan membawa api saat dia dan keluarganya sedang tidur.

Kemudian ada percikan api yang jatuh lalu membakar rumah sehingga mereka sekeluarga terbakar."[portalislam-media]

sumber :tribunislam.com

Friday, 6 April 2018

Dianggap Nyinyir Azan, Ganjar Mau Nyusul Sukmawati

Puisi karya Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus yang dibacakan calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengundang kontroversi.


Puisi yang dibacakan Ganjar saat acara talk show Kandidat Jateng Di Rosi itu mendapat kritikan karena Ganjar tidak memperhatikan bait puisi yang dianggap berbau SARA.

Ganjar mengunggah video pembacaan puisi itu di akun Facebook (FB) pribadinya pada 10 Maret.

Bait puisi yang dimaksud yakni Kau ini bagaimana. Kau bilang Tuhan sangat dekat. Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat

Akun FB bernama Enggar Adi Saputra mempertanyakan penggalan bait puisi tersebut kepada Ganjar.

Eggar menilai meskipun bukan puisi sendiri, namun bait itu sangat nyata menyinggung Azan.

"Padahal Ganjar tampil sebagai calon Gubernur Jawa Tengah yang butuh suara umat Islam loh. Apakah Ganjar menantang umat Islam?! Meskipun itu bukan puisi karya sendiri, puisi itu sangat nyata menyinggung adzan. Masihkah kita biarkan orang-orang sperti ini diberi kesempatan berkuasa lagi?! Oohh tidak!," tulis Enggar dalam kolom komentar.

Tidak hanya Enggar akun FB bernama Abian Sangkar Cukit Solo juga mempertanyakan penggalan bait yang dibacakan Ganjar.

Menurutnya mau itu ciptaan siapapun jika Ganjar sudah berani membawakan di depan publik berarti, Ganjar siap menanggung segala resiko yang ada.

Ia juga mengecam sikap Ganjar yang tidak mengoreksi bait demi bait yang terkandung dalam puisi tersebut bisa menimbulkan kontroversi atau tidak.

"Apa sebelum dibaca di depan publik enggak dpelajari dulu? Manusia diberi akal pak Ganjar Pranowo, kalau tidak sesuai sama kepribadian bapak harusnya di cancel atau diganti dengan yang lain. Atau part itu bisa dhilangkan," tulis Abian.

"Pak Gub mau nyusul Bu Suk?" timpal akun FB bernama Azam Syaiful Islam.


"Wealah pak pak dulu pas belum jadi minta dukungan umat islam dimasjid MUI klitikhan semanggi pas acara Ippho santosa. Aku dukung sampean lho pak lha kog iki malah sampean puisi ne marai nyesek." tulis akun FB bernama Dwi Cahyo Kurnia

Akun FB bernama Sumarni juga merasa kecewa dengan pusi yang dibacakan Ganjar tersebut. Menurutnya dengan membacakan puisi tersebut Ganjar sudah setuju dengan isi dari puisi.

"Adzan itu untuk memanggil manusia, bukan memanggil Allah manusia dipanggil, agar segera beribadah pada Allah," tulis Sumarni.

Jauh kolom komentar terisi, Ganjar sudah mengklarifikasi bahwa puisi tersebut karya Gus Mus kepada akun FB Enggar Adi Saputra.

Ganjar juga memintanya untuk mengecek di Youtube."Setelah itu tulis lagi komentarmu," ujar Ganjar dalam kolom komentar.

Unggahan video membaca pusisi di acara televisi swasta itu telah mendapat 293 komentar dan 1,2 ribu akun yang menanggapi

sumber : Rmol.co
Tiba di Bareskrim Polri, Massa Aksi Bela Islam Kumandangkan Azan

JAKARTA - Ribuan peserta Aksi Bela Islam telah tiba di depan kantor Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018) siang ini.

Di hadapan peserta aksi dukung Polri menangkap Sukmawati, sang orator mengajak massa mengumadangkan azan sebelum aksi damai dimulai.

"Mari kita buka aksi ini dengan kumandang azan," ujar sang orator dari mobil komando.

Sang orator sengaja mengajak massa mengumandangkan azan karena menjadi salah satu kalimat dalam puisi Sukmawati yang memantik polemik dan dianggap menistakan agama. 

"Kita dengarkan suara azan yang hari ini disebut kidung lebih bagus daripada suara azan? Benar atau salah? Bener apa enggak nih?" teriak orator. "Kagak. Salah itu," sahut massa.

Diketahui, Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi ciptaannya dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya pada ajang Indonesia Fashion Week 2018, di Jakarta Convention Center, pekan lalu. 

Dalam bait puisinya terdapat beberapa kalimat yang menyinggung umat Islam. Di antaranya pada bait  "Yang kutahu, sari konde ibu Indonesia sangatlah indah, lebih cantik dari cadar dirimu". Kemudian pada bait "Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia sangatlah elok, lebih merdu dari alunan azan mu".[portalislam-media

sumber : sindonews

Thursday, 5 April 2018

Inilah Salah satu amalan utama di hari jum'at

Salah satu amalan utama di hari Jum’at adalah memperbanyak pembacaan shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Shalawat atas Nabi SAW memiliki banyak keutamaan dan pahala yang agung. Berikut ini sebagian hadits yang menjelaskannya.
عَنْ أَوْسِ بْنِ أَبِي أَوْسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ، وَفِيهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ ” فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَيْفَ تُعْرَضُ عَلَيْكَ صَلَاتُنَا وَقَدْ أَرِمْتَ؟ – يَعْنِي وَقَدْ بَلِيتَ، قَالَ: ” إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ  صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِمْ “
Dari Aus bin Abu Aus RA berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Seutama-utama hari kalian adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula Adam meninggal, pada hari itu sangkakala kehancuran dunia ditiup dan pada hari itu pula sangkalala kebangkitan makhluk ditiup. Maka perbanyalah membaca shalawat untukku pada hari itu, karena sesungguhnya bacaan shalawat kalian akan ditunjukkan kepadaku.”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan ditunjukkan kepada Anda sementara jasad Anda telah hancur?”
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepada bumi untuk memakan jasad para nabi ‘alaihim shalawat wa salam.” (HR. Ahmad no. 16162, Abu Daud no. 1047 dan 1531, An-Nasai no. 1374, Ibnu Majah no. 1085 dan 1636, Ad-Darimi, 1/369, Al-Hakim, 1/278, Ibnu Khuzaimah no. 1733 dan 1734, Ibnu Hibban no. 910 dan lain-lain. Dinyatakan shahih oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, An-Nawawi dan Al-Albani)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا،
Dari Abdullah bin Amru bin Ash RA bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda, “Jika kalian mendengar adzan oleh muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan, kemudian bacalah shalawat untukku. Sesungguhnya barangsiapa mengucapkan satu kali shalawat kepadaku niscaya Allah mengucapkan shalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali.” (HR. Ahmad no. 6568, Muslim no. 384, Abu Daud no. 523, Tirmidzi no. 3614, An-Nasai no. 678)
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ القِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلاَةً

Dari Abdullah bin Mas’ud RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca shalawat untukku.” (HR. Tirmidzi no. 484. Ia berkata: Hadits hasan gharib)[portalislam-media]

sumber : arrahmah.com
Sah, Jokowi Teken Perpres Permudah Tenaga Kerja Asing

Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Perpres ini diharapkan bisa mempermudah TKA masuk ke Indonesia yang berujung pada peningkatan investasi dan perbaikan ekonomi nasional.


Dalam perpres ini disebutkan, setiap pemberi kerja TKA yang menggunakan TKA harus memiliki rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) yang disahkan menteri atau pejabat yang ditunjuk.

Namun, pemberi kerja TKA tidak wajib memiliki RPTKA untuk mempekerjakan TKA yang merupakan:

  1. pemegang saham yang menjabat anggota direksi atau anggota dewan komisaris pada pemberi kerja TKA.
  2. pegawai diplomatik dan konsuler pada perwakilan negara asing
  3. TKA pada jenis pekerjaan yang dibutuhkan pemerintah.
Untuk pekerjaan yang bersifat darurat dan mendesak, menurut perpres ini, pemberi kerja TKA dapat mempekerjakan TKA dengan mengajukan permohonan pengesahan RPTKA kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk paling lama dua hari kerja setelah TKA bekerja.

Dalam perpres ini juga ditegaskan, setiap TKA yang bekerja di Indonesia wajib memiliki visa tinggal terbatas (vitas) untuk bekerja yang dimohonkan oleh pemberi kerja TKA atau TKA kepada menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia atau pejabat yang ditunjuk dengan melampirkan notifikasi dan bukti pembayaran.

Permohonan vitas sebagaimana dimaksud sekaligus dapat dijadikan permohonan izin tinggal sementara (itas).

Izin tinggal bagi TKA untuk pertama kali diberikan paling lama dua tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemberian itas bagi TKA sekaligus disertai dengan pemberian izin masuk kembali untuk beberapa kali perjalanan yang masa berlakunya sesuai dengan dengan masa berlaku itas.

Perpres ini mewajibkan setiap TKA yang bekerja lebih dari enam bulan di Indonesia terdaftar dalam jaminan sosial ketenagakerjaan atau polis asuransi di perusahaan asuransi berbadan hukum Indonesia.

Perpres ini ditandatangani Jokowi pada 26 Maret 2018 dan diundangkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 29 Maret 2018.

Perpres ini berlaku setelah tiga bulan terhitung sejak tanggal diundangkan dan menggantikan Perpres Nomor 72 Tahun 2014 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang dibuat pada era presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.
[portalislam-media]

sumber :era muslim
berharap keadilan hukum, PA 212 Tetap Demo Sukmawati Hari Ini

Jakarta -sebagaimana dilansir detiknews.com Persaudaraan Alumni (PA) 212 sudah memaafkan Sukmawati Soekarnoputri terkait puisinya yang berjudul 'Ibu Indonesia'. Meski demikian, PA 212 tetap menggelar demo kepada Sukmawati siang ini.
"Kalau memaafkan, kita sebagai umat Islam, sebagai orang Muslim, ya kita wal 'afina 'anin nas. Selalu memaafkan siapa pun yang meminta maaf, juga dalam hal lain ini tidak begitu saja selesai. Kalau begitu saja, dikhawatirkan minta maaf nanti akan bergulir, terjadi lagi kasus-kasus yang serupa," ujar Sekretaris Persaudaraan Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar, kepada detikcom, Kamis (5/4/2018) malam.


Bernard membandingkan kasus Sukmawati dengan kasus lain seperti yang dialami ustaz Alfian Tanjung, Jonru Ginting hingga Asma Dewi yang tetap diproses oleh polisi. Dia ingin proses hukum terus berjalan agar ada efek jera pada pelaku.

"Mereka juga disidang, bahkan sudah ada yang diputus si Buni Yani dan lain sebagainya. Maka tugas kita harus berharap ada keadilan hukum yang ditegakkan di Indonesia ini sebagai negara hukum yang tidak boleh semaunya orang untuk dimaafkan saja begitu saja, tetapi harus ada efek jera sehingga dia tidak melakukan perbuatan yang kedua kalinya," jelas Bernard

Bernard membantah aksi yang akan dilakukan usai salat Jumat itu menimbulkan kegaduhan. Dia berjanji aksi yang dilakukan berlangsung damai. 

"Kegaduhan apa yang dibuat, selama ini kan aksi-aksi kita nggak pernah gaduh. Yang lain saja yang membuat gaduh, yang bilang seperti ada kegaduhan. Kegaduhan nggak ada itu," sebutnya.

Sebelumnya, Ketum MUI KH Ma'ruf Amin mengimbau agar masyarakat tidak menggelar aksi terkait puisi 'Ibu Indonesia'. Alasannya, Sukmawati sudah menyampaikan permohonan maaf atas kontroversi puisinya.

"(Sukmawati) memang tidak ada niatan menghina dan menodai agama Islam karena itu kami bisa memaklumi dan menyampaikan permohonan maaf beliau. Kami mengajak seluruh umat Islam untuk bisa menerima permohonan maaf beliau, tidak lagi melakukan kegiatan-kegiatan," ujar Ma'ruf di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).[portalislam-media]


sumber : detiknews.com
Ribuan Buku Khutbah Berfaham Syi’ah Ditahan Kodim 0824 Jember

Keberadaan ribuan buku yang berjudul “57 Khutbah Jumat” yang memicu konrtroversi karena dianggap menyebarkan paham Syiah, dan dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di Jember membuat jajaran Kodim 0824 Jember angkat bicara.
Kodim memastikan jika keberadaan ribuan buku tersebut masih tetap dalam pengawasan dan tidak beredar.
“Keberadaan 3000 buku yang ada di Kodim kami pastikan tetap utuh dan tidak tersebar. Sampai saat ini masih kami tahan. Jika ditemukan ada buku di tangan masyarakat hal itu kemungkinan ada permintaan pribadi langsung kepada Habib Ali Assegaf selaku wakil dari penerbit Islam Integral, bukan dari Kodim” ujar Dandim Jember Letkol. Inf Arif Munawar.
Saat ini pihaknya juga melakukan pemantauan keberadaan buku-buku tersebut melalui Koramil-Koramil, karena beredar isu ada ratusan buku yang tersebar di Jember.
“Kami akan terus melakukan pemantauan melalui Koramil dan jajarannya, jika ditemukan tindakannya akan kami serahkan ke Polres, karena kewenangan menindak bukan kewenangan kami,” ujar Dandim dihadapan sejumlah media.
“Yang jelas 3000 eksemplar Buku 57 Khutbah Jum’at tersebut masih kita amankan di gudang dan justru dari kamilah yang menghendaki agar buku tersebut dikaji dahulu baik secara  internal struktural  TNI  yang  hingga saat ini juga sedang mengkaji, termasuk kepada Majelis Ulama Indonesia Jember (MUI Jember) untuk mengadakan kajian-kajian mendalam, apalagi isi dalam buku tersebut, dikhawatirkan mengganggu stabilitas keamanan,” ujar Letkol. Inf. Arif Munawar.
Seperti diberitakan sebelumnya, adanya peredaran buku ’57 Khutbah Jumat” yang di indikasi menyebarkan paham Syaih membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember mengeluarkan fatwa, dan melarang peredaran buku tersebut, karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi masyarakat Jember.

“Buku yang berjudul 57 Khutbah Jumat itu sesat, karena mengajak masyarakat untuk ke arah paham Syiah, dalam buku tersebut yang paling terlihat jelas kalau mengarah ke paham Syiah adanya kalimat yang menyebutkan bahwa ahlil bait Nabi Muhammad itu hanya ada 5, yaitu Nabi Muhammad, Siti Fatimah, Ali, Hasan dan Husein cucu Nabi, ini jelas-jelas sesat, padahal ahli bait di situ juga ada Istri Nabi Siti Khotijah,” ujar Ketua MUI Kabupaten Jember Prof. Dr. KH. Abdul Halim Subahar saat itu.[portal islam-media]
sumber : moslem today

Serunya Debat Abu janda Vs Egi sudjana Terkait Puisi Sukmawati

-Puisi dengan judul 'Ibu Indonesia' yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 beberapa hari yang lalu mendapat tenggapan serius dari publik. Terutama dari kalangan masyarakat yang beragama Islam.

Banyak dari kalangan umat islam yang merasa geram sehingga melaporkan sukmawati tersebut ke pihak kepolisian.Sukmawati sendiri dalam siaran persnya mengungkapkan permohonan maaf terlebih kepada umat islam karena puisinya yang menuai kontroversi.

dalam sebuah acara dua sisi yang digelar tvone yang bertema ''Sukmawati Berpuisi Umat bereaksi''  hadir beberapa narasumber unruk membahas tema tersebut.

Namun ada yang menari perdebatan antara pegiat media sosial Abu janda dan pengacara senior Egi sudjana yang kerap yang banyak menlontarkan pendapatnya,untuk lebih jelasnya simak video berikut :






Wednesday, 4 April 2018

Usai Hadiri Private Dinner Bersama Syaikh Yusuf Estes, Artis ’Girls Squad’ Ini Memutuskan Berhijab

Chacha Frederica akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait keputusan memakai hijab. Beberapa hari belakangan, artis geng 'Girls Squad' ini jadi sorotan usai mengambil langkah tersebut.


Melalui akun instagramnya (@chafrederica), pemain sinetron berdarah Belanda-Tionghoa-Jawa ini mengunggah foto dirinya yang mengenakan hijab usai menghadiri acara artis Private Dinner Bersama Syaikh Yusuf Estes, mualaf dan ulama AS mantan pendeta yang beberapa waktu lalu Safari Dakwah di Indonesia.

"Alhamdulillah hari ini bisa dapet kesempatan Private Dinner Bersama Syaikh Yusuf Estes dan kumpul brg org2 MasyaAllah 🙏🏻.. bsk aku sharing da cerita ttg pengalaman tatap muka langsung dgn beliau yaa dan aku mau sharing ttg 1 pertanyaan yg langsung aku tanyakan kpd beliau.. Alhamdulillah bs punya kesempatan emas ini .. 🙏🏻 makasih mas ippo mba ai .. Ouuwh thank you @allurascarves sdh kirimin hijab dgn tema 90’an.. pas bgt kmarin baru post foto Nostalgia anak 90’an di tahun 2000 🤗😉 #ceritachacha #yusufestes," tulis Chacha di caption foto yang diunggah di akun IG-nya.

Saat menghadiri acara talkshow di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Puri Indah, Jakarta Barat, Minggu 1 April 2018, Chacha yang diminta menceritakan latar belakang dibalik keputusannya memakai hijab menyebut sebagai keputusan besar dalam hidupnya.

"Kalau ceritain detilnya bisa sampai tiga hari nih. Intinya sebuah perjalanan yang sangat panjang," ungkap Chacha Frederica, seperti dilansir Okezone.

Diceritakan Chacha, ia ternyata sudah sejak lama berencana memakai hijab. Bahkan, rencana itu sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

"Aku proses mendalami agama sebenarnya sejak umur 9 tahun. Dan sebelum memutuskan berhijab itu prosesnya sudah dari tiga tahun lalu," kisah dia.

Namun diakui Chacha, proses pemantapan diri yang ia lakukan memakan waktu cukup lama. Ia tidak ingin hanya sekedar berhijab untuk mengikuti tren atau kebiasaan lingkungan sekitarnya.

"Aku digging (gali -red) lagi, aku belajar, aku baca, aku berpikir dan punya kesadaran sendiri. Ini salah satu keputusan besar dalam hidup aku yang mudah dan enggak mudah," jelasnya.



"Mudah karena aku tertarik sudah dari lama. Tidak mudahnya karena pasti pada tanya kok bisa sih? Itu sesuatu yang sangat dalam dan panjang sekali. Intinya ini pilihan besar dalam hidup aku," tutup Chacha Frederica.

Di akun IG-nya, Chaca juga memposting profil Syeikh Yusuf Estes.[portalislam-media]


sumber : tribunislam
Puisi Sukmawati dan Disebutnya Nama Puan di Kasus e-KTP

 Pegiat media sosial, Mustafa Nahrawardaya menghimbau agar tidak begitu terlena dengan kasus pembacaan puisi yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Masih ada hal lain yang menurutnya harus tak luput diperhatikan, yakni salah satunya adalah dugaan anak Megawati Soekarnoputri di kasus e-KTP.
“SEHEBOH APAPUN sukmawati, Anda tetap harus ingat bahwa: Nama Puan disebut oleh terdakwa soal E-KTP. Jangan terkecoh oleh perilaku Mbak Sukma,” katanya, di akun Twitter pribadi miliknya, Rabu (4/4/2018).
Menurut Mustafa, bisa jadi kegaduhan yang muncul dari polemik tersebut tersembunyi persoalan lain. Soal “pembelaan” Guruh, adik dari Sukmawati, yanh mengatakan tidak ada unsur SARA maka menurutnya bisa dipertanyakan.

“Kegaduhan ini kadang ada maunya. Kata Guruh, puisi Bu Sukma bukan SARA. Yaudah, kalau bukan SARA, bagaimana jika puisi itu dilombakan pembacaannya?”[portalislam-media]
sumber : voa islam
Diprotes Warga karena Bau dan Mengganggu, Tujuh Ekor Anjing Hesti Sutrisno Dievakuasi LSM

Portal Islam media -- Sejumlah warga memprotes keberadaan 11 anjing yang dipelihara Hesti Sutrisno (38), perempuan bercadar. Warga mendatangi rumah Hesti yang berada di Pondok Benda Residence Blok B3, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (3/4/2018).


Warga memprotes karena keberadaan anjing-anjing tersebut sangat menganggu. Aroma tak sedap sangat terasa di sekitaran rumah Hesti, bahkan dari jarak puluhan meter. Kemudian, anjing-anjing Hesti juga kerap dilepas sehingga menganggu warga.

Sebelum kisah Hesti memelihara anjing ini viral di media massa, warga sudah beberapa kali melakukan protes. Namun protes warga tak ditanggapi.

Setelah melakukan perdebatan panjang, akhirnya disepakati tujuh ekor anjing yang dipelihara Hesti dipindagkan dan dibawa oleh LSM Garda Satwa Indonesia. Sedangkan empat ekor sisanya tetap dirawat di rumah, salah satunya karena kondisi yang lumpuh.

Ketua RT02, Hasyim Maskur (39) mengatakan, setelah berdebat panjang, akhirnya disepakati jika sejumlah anjing yang dipelihara HS,  dipindahkan dan dibawa oleh LSM Garda Satwa Indonesia. Total ada sebanyak tujuh ekor anjing yang dievakuasi.

"Alhamdulillah sore ini dicapai kesepakatan, di mana solusinya adalah mengurangi anjing peliharaan Ibu HS di sini. Kesepakatannya tujuh ekor dibawa, sisanya tetap di rumah. Untuk kucing, dari 32 ekor yang ada semuanya akan dilokalisir di dalam rumah, jadi tidak boleh keluar. Kalau keluar rumah maka kotorannya harus dibersihkan oleh yang bersangkutan. Ini jalan tengah yang terbaik, karena kita tidak bisa memaksakan kehendak masing-masing," ucap Hasyim Maskuri Ketua RT 02, Selasa (3/4/2018) seperti dikutip Sindonews.


Hasyim melanjutkan, "Selama ini, kami tidak melihat adanya petugas kesehatan atau lainnya yang rutin mengecek kondisi hewan-hewan Ibu HS. Jadi enggak bisa diprediksi juga, bagaimana kesehatan hewan itu, apa dampak dari aroma bau kotorannya, itukan harus diperhatikan juga.”

Warga menyebut, kepedulian HS terhadap anjing peliharaannya harus pula diimbangi dengan hak masyarakat sekitar yang terganggu dengan keberadaan hewan-hewan tersebut."Lingkungan kompleks seperti ini kan terbatas, jadi bukannya kita melarang orang untuk memelihara hewan, tapi harus disesuaikan juga dengan kondisi lingkungan dan tetangga sekitar. Ini sudah klimaks, karena sebelum-sebelumnya enggak pernah ditanggapi teguran kita," terang Damayanti, warga lainnya di komplek Pondok Benda Residence.[portalislma-media]

sumber : voa Islam