Portal Islam media - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno telah mendapat laporan ada pihak yang memobilisasi becak masuk ke wilayah Ibu Kota. Sandiaga juga menanggapi isu mobilisasi berkaitan dengan situasi politik.
Sandiaga belum bisa memastikan siapa yang memobilisasi datangnya becak dari luar ke Jakarta. Di media sosial ada pihak yang mengkait-kaitkan mobilisasi becak ini dengan isu politik. Menurut Sandiaga, jika benar ini berkaitan dengan politik, apa yang terjadi saat ini seperti 'buih'.
"Tapi menurut saya jangan dibesar-besarkan. Kan ini kalau politik di belakang ini adalah buih-buihnya. Tapi kita di sini tegas aja bahwa kita sebagai pemangku kebijakan di sini, kita pastikan mereka akan tegas dipulangkan," ujar Sandiaga di RPTRA Taman Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Minggu (28/1/2018).
"Itu kami akan tegas katakan bahwa Jakarta tertutup untuk becak-becak jadi kita akan kembalikan mereka, kita akan berikan sanksi tegas dan kita pastikan upaya-upaya untuk mendestabilisasi keadaan wilayah di DKI Jakarta kita laporakn dan bekerjasama dengan aparat lain," tuturnya.
Selasa (23/1) lalu Satpol PP mengahau truk yang mengangkut becak masuk ke Jakarta. Truk itu ketahuan saat melintas di kawasan Jakarta Barat.
Kasatpol DKI Jakarta Yani Wahyu mengatakan truk pengangkut becak itu sudah dipukangkan kembali ke kampung. Sejauh ini, Sandiaga belum mendapat informasi terkait jumlah becak yang sudah dipulangkan.
"Belum ada (laporan), tapi sudah ada beberapa laporan dan ini mobilisasi. Nggak mungkin tukang becak yang dari daerah itu bisa kayuh sendiri ke sini," papar Sandi.
Sementara itu untuk becak yang sudah beroprasi di Jakarta Sandiaga akan memberikan pelatihan gowes dengan menggandeng komunitas sepeda di Jakarta. Dia ingin para penarik becak dipastikan tidak terlantar.
"Mungkin yang paling awal dengan komunitas sepeda, komunitas gowees. Mereka bisa diberikan pelatihan, kan banyak yang bilang becak nggak manusaiwi, gimana ceritanya mereka bisa dipastikan untuk tidak terlantar," katanya. [portaislam-media]
Sumber : News.detik.com

0 comments:
Post a Comment